TAG

Yuk, Ikut Sayembara Aplikasi untuk Desa Tertinggal

Menkominfo Rudiantara menantang pelaku startup untuk membuat solusi aplikasi yang bisa membantu masalah pedesaan.

Senin, 18 April 2016 | 15:11 WIB

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Menkominfo Rudiantara saat menghadiri peluncuran program sayembara Solusi Desa Broadband Terpadu di Jakarta, Jumat (15/4/2016)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar sayembara Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT). Isinya berupa kompetisi mencari aplikasi yang bisa memajukan desa pertanian, nelayan, dan pedalaman.

Langkah awalnya dengan mengumpulkan sebanyak mungkin ide yang akan disaring menjadi 50 aplikasi terbaik. Siapa pun bisa mengajukan ide tersebut melalui tautan ini.

Tentu saja ide-ide yang diajukan akan melalui sejumlah saringan. Setelah lolos tahap 50 besar, akan ada tahap berikutnya menjadi 25 aplikasi, dan disaring lagi hingga hanya ada enam solusi.

Solusi tersebut mesti sangggup mencakup berbagai masalah, contohnya di lingkup mata pencaharian, akses layanan kesehatan, akses layanan keselamatan, atau akses layanan keamanan. Adapun solusi yang diharapkan terkait komponen meliputi jaringan, perangkat, aplikasi, pendampingan, dan implementasi.

“Ini upaya kita mencari solusi, salah satunya ya dengan cara seperti ini. Mudah-mudahan bisa ketemu. Bangsa kita optimis dan pasti akan bisa menemukan solusi untuk desa tertinggal,” ujar Menkominfo Rudiantara usai peluncuran program Solusi Desa Broadband Terpadu di Jakarta, (Jumat 15/4/2016).

Satu hal terpenting dari ide tersebut, yaitu kesiapan usaha rintisan digital untuk memberikan pendampingan. Mereka mesti bantu mengajarkan pemahaman soal teknologi dan cara pemakaian aplikasi buatannya pada masyarakat daerah terpencil.

“Kita bukan bicara dengan orang kota yang cepat sekali mengenal teknologi atau ponsel. Kita bicara masyarakat daerah terpencil yang mungkin belum memakai ponsel, apalagi Android. Karena itu aspek sosial jadi pertimbangan penting,” ujar Rudiantara.

“Peralihan dari aktivitas ekonomi tradisional ke aktivitas ekonomi digital dipastikan selain akan meningkatkan kecepatan transaksi ekonomi, juga akan meningkatkan efisiensi proses ekonomi. Karena itu masyarakat harus sesegera mungkin dikondisikan untuk menyambut ekonomi digital,” imbuhnya.

Pemilihan 50 usaha rintisan digital akan dilakukan antara 15 April 2016 hingga 21 Mei 2016. Targetnya sudah ada aplikasi yang cocok untuk diterapkan pada pilot project sebelum tahun 2016 berakhir.

Aplikasi yang sudah lolos sayembara SDBT hingga akhir akan diuji sebagai pilot project di Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kepulauan Riau; Desa Panca Karsa, Kecamatan Taluduti, Gorontalo; serta Kelurahan Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya aplikasi akan disebarkan ke kurang lebih 500 desa dari total 47.000 desa yang ada di Indonesia. Pemerintah membiayai proyek SDBT tersebut menggunakan dana universal service obligation (USO).

Penulis: Yoga Hastyadi Widiartanto
Editor: Reska K. Nistanto
COMMENTS
BERITA LAINNYA
Game Buatan Indonesia Ini Laris di iOS dan Android

Game Buatan Indonesia Ini Laris di iOS dan Android

Tren, Rabu, 18 Mei 2016 | 15:05 WIB

Game Warung Chain buatan studio Touchten mencapai peringkat atas di toko aplikasi iOS. Selain itu, game ini juga laris manis di Android.

Hyundai Bikin

Hyundai Bikin "Baju Iron Man" Sungguhan

Tren, Minggu, 15 Mei 2016 | 16:54 WIB

Hyundai membuat baju ala Iron Man. Untuk apa?

Android Baru Asus Ini Dilengkapi TV Tuner

Android Baru Asus Ini Dilengkapi TV Tuner

Gadget, Sabtu, 14 Mei 2016 | 13:46 WIB

Smartphone baru Asus ini berusaha tampil beda. Ia dilengkapi dengan fitur yang dijamin bisa membuat penggunanya nonton siaran televisi lokal di mana saja.

Fuze Tomahawk F1, Konsol Campuran PS4 dan XBox One

Fuze Tomahawk F1, Konsol Campuran PS4 dan XBox One

Gadget, Kamis, 12 Mei 2016 | 17:55 WIB

Fuze merilis sebuah konsol baru bernama Tomahawk F1. Uniknya, konsol tersebut ternyata merupakan gabungan dua produk terpopuler saat ini, yakni Sony PlayStation 4 (PS4) dan Microsoft XBox One.

Xiaomi Resmi Rilis Mi Max, Punya Layar Berukuran Jumbo

Xiaomi Resmi Rilis Mi Max, Punya Layar Berukuran Jumbo

Gadget, Rabu, 11 Mei 2016 | 12:30 WIB

Xiaomi resmi merilis Mi Mas, smartphone Android bertubuh bongsor. Selain ukuran layarnya yang besar, produk ini juga punya baterai jumbo.

Ini Desain Kostum Baru

Ini Desain Kostum Baru "Power Rangers"

Tren, Senin, 9 Mei 2016 | 15:29 WIB

Kostum baru Power Rangers beredar di internet. Seperti apa?

Ingin Bangun Ruang "Gaming" di Rumah? Ini Tipsnya

Tren, Minggu, 28 Februari 2016 | 16:01 WIB

Ini 10 Aplikasi Penguras Baterai Android

Tren, Rabu, 28 Oktober 2015 | 11:17 WIB